Minggu, 25 Januari 2015
Fenomena Facebook
Ternyata Fenomena Facebook Sudah
Disinggung di Al-Quran Hari gini siapa yang tidak kenal
Facebook? Bisa-bisa dibilang
ketinggalan jaman atau tidak uptodate
kalau tidak punya akun Facebook. Tapi
tahukah anda, fenomena Facebook ini
ternyata sudah pernah disinggung di dalam ayat Al Qur’an. Tentu saja
didalamnya tidak serta merta
menyebutkan Facebook secara
eksplisit. Melainkan fenomena yang
berkaitan dengan aktivitas manusia
modern di jejaring sosial yang satu ini. Tidak percaya? Coba buka surat Al-
Ma’arij ayat 19-21 yang bunyinya,
‘Sungguh, manusia diciptakan bersifat
suka mengeluh. Apabila dia ditimpa
kesusahan, ia berkeluh kesah. Dan
apabila mendapat kebaikan dia jadi kikir.‘ Ayat diatas menjelaskan fenomena
jamaah “Fesbukiyah” secara umum.
Coba kita lihat status-status yang
bertebaran di wall Facebook.
Kebanyakan berisi keluh kesah, mirip
kisah sinetron. Mulai dari bisul, jerawat sampai sakit encok semua ada. Masalah
cuaca juga setali tiga uang. Saat hujan,
mengeluh tidak bisa kemana-mana.
Giliran hari panas, ganti mengeluh
kepanasan di jalan. Bahkan ibadah pun juga
dipublikasikan. “Hmm buka puasa cuma pakai kolak 3
mangkok, es buah 4 gelas n gorengan
10 biji nih“. Atau “Alhamdulillah ya
sehari semalam sudah khatam Quran 3
kali“. Semoga saja niatnya bukan untuk
riya atau pamer supaya dicap alim ya. Sepertinya tinggal sholat yang belum
pernah nongol di status Facebook.
Tidak lucu kan kalau ada yang pasang
status, “Lagi jumatan nih. Dah rokaat
kedua, tapi bacaan imam nya lama
betttt..“ Penggalan ayat berikutnya pun begitu
juga. Disitu dikatakan,
‘apabila dapat kebaikan maka iakikir’.
Paling banter statusnya hanya
‘pemberitahuan’ naik gaji, mobil baru, makan enak, dsb.
Sepertinya belum ada tuh, status
Facebook seperti ini, “Di bus nemu duit
100 ribu nih. Yang mau ditraktir,
ditunggu ya jam makan siang di warteg
sebelah. Tenang aja, makan sepuasnya!”. Sesungguhnya Facebook ibarat pisau.
Bila digunakan koki, bisa tercipta
masakan lezat. Tapi kalau yang pegang
tukang todong, dompet bisa melayang.
Jadi berhati-hatilah update status di Facebook dan social network yang lain.
Karena tidak ada amalan yang tidak
dihitung nantinya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar