Minggu, 22 Februari 2015

Isa Graham, Nekat Mencuri Al-Qur’an Demi Membuktikan Kebenaran Injil

Baris demi baris kalimat dalam kitab setebal 500-an halaman yang dibacanya hanya menyisakan satu kesan di benaknya; kagum. Dan kekaguman yang bercampur rasa ingin tahu menjadi satu alasan bagi pemuda bernama Brent Lee Graham untuk mencuri buku itu dari perpustakaan kampusnya. Dengan desain sampul yang menurutnya eksotis, buku berbahasa Inggris itu lebih dari sekadar menarik bagi Brent. Selain menyajikan berbagai cerita indah para nabi, buku itu berisi banyak kisah mengagumkan yang tak banyak ia ketahui. “Saat itu aku baru berusia 17 tahun,” Brent mengawali kisahnya pada Republika, di sebuah pusat perbelanjaan Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. -0-0- Semua berawal dari perenungannya tentang kematian. Brent yang telah mengubah namanya menjadi Isa Graham itu masih mengingat jelas dua peristiwa yang membuka matanya tentang kematian, hal yang tak pernah menyibukkannya. Masa mudanya yang akrab dengan musik membuat Brent dekat dengan pesta. Dan pesta pada malam itu berbeda. “Aku terus mengingatnya hingga sekarang,” ujar pria yang pernah belajar di sekolah musik itu. Malam itu, sebelum memasuki rumah tempat pesta digelar, Brent melihat beberapa orang membawa keluar sesosok tubuh lunglai seorang pemuda mabuk. Pemuda itu lalu diletakkan di salah satu sisi halaman rumah, dan ditinggalkan bersama mereka yang lebih dulu tak sadarkan diri karena alkohol. Tak ada pertolongan, tak ada obat-obatan. “Aku berpikir, bagaimana jika mereka mati?” ujarnya. Brent tak dapat membenarkan apa yang baru dilihatnya. Terlebih, ketika ia berharap ada sedikit kepedulian di sana, Brent justru mendapati sebaliknya. “Beberapa orang yang baru datang ke pesta berlalu begitu saja saat melewati mereka yang tergeletak di halaman. Itu menyedihkan,” katanya. Terhenyak, Brent mendengar teriakan dari dalam rumah, memanggilnya. Teman-temannya meminta Brent masuk dan memainkan musik untuk mereka.” Brent masuk dengan sebuah pertanyaan menghantuinya. “Jika aku mengalami hal menyedihkan seperti orang-orang yang ada di halaman itu dan kemudian mati, apakah mereka akan memikirkan keadaanku?” Keesokannya, sebuah peristiwa lain kembali menghentak hati Brent, memaksanya merenungi segala hal dalam hidupnya. “Seorang dosen mendatangi kelasku dan membawa berita kematian salah seorang teman sekelas kami,” kenangnya. Brent terguncang. Ia semakin teguncang mengetahui teman sekelasnya itu meninggal karena heroin. Brent menjelaskan, semua orang di kampus tahu teman mereka yang baru meninggal itu tak pernah menggunakan heroin. “Dan ia meninggal pada percobaan pertamanya menggunakan obat terlarang itu,” Isa menghela nafas. “Hidup begitu singkat.” Perasaan takut menyergap Brent. Dan remaja 17 tahun itu mulai memikirkan kehidupannya, juga kematian yang ia tahu akan menghampirinya. Brent memiliki seorang Ibu yang menjadi pengajar Injil, dan menyekolahkan Brent di sebuah sekolah Injil. “Aku mengetahui isi kitab suciku. Dan karenanya, aku banyak bertanya tentang agamaku,” kata Brent. Brent tahu, nabi-nabi yang diutus jauh sebelum Yesus lahir menyampaikan ajaran yang sama, yakni tauhid. “Pun Yesus. Dalam Injil dijelaskan bahwa ia menyerukan tauhid. Dan itu bertentangan dengan konsep Trinitas yang diajarkan gereja,” ujarnya. Siang itu, saat membaca terjemahan Alquran di perpustakaan kampus, Brent dikejutkan oleh sebuah ayat yang mengatakan bahwa Yesus bukanlah anak Tuhan. “Ayat itu seolah menjawab keraguanku tentang Trinitas,” katanya. “Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.” (An-Nisa’: 171) Brent mencuri Alquran itu dari perpustakaan, dan mulai berinteraksi dengan Alquran. Keterkejutan terbesar muncul saat ia membaca ayat-ayat tentang Yesus. “Alquran memuat cerita tentang kelahirannya yang menakjubkan, tentang ibunya yang mulia, juga keajaiban yang tidak diceritakan dalam Injil, ketika dari buaian ia membela kehormatan ibunya.” Penemuan hari itu membawa Brent pada sebuah misi pembuktian. “Aku bertekad menemukan pernyataan Injil yang akan mampu menjawab pernyataan Alquran. Dan Brent menemukannya. Sayang, jawaban itu sama sekali tak mendukung doktrin agamanya, dan justru membenarkan Alquran. Dalam Injil Yohanes 3:16 misalnya, tulis Brent dalam artikel “My Passion for Jesus Christ” (muslimmatters.org), disebutkan tentang anak Tuhan dan kehidupan abadi bagi siapapun yang mempercayainya. “Jika kita terus membaca, kita akan bertemu Matius 5:9 atau Lukas 6:35 yang menjelaskan bahwa sebutan ‘anak Tuhan’ tidak hanya untuk Yesus,” katanya. Brent menambahkan, baik dalam teks Perjanjian Baru dan juga Perjanjian Lama, Injil menggunakan istilah “anak Tuhan” untuk menyebut orang yang saleh. “Dalam Islam, kita menyebutnya muttaqun (orang-orang yang bertakwa),” jelas Isa. Dalam pencarian yang semakin dalam, Brent menemukan bahwa ayat terbaik yang dapat membuktikan doktrin trinitas telah dihapuskan dari Injil. “Ayat itu dulu dikenal sebagai Yohanes 5:7, dan kini secara universal diyakini sebagai sebuah ayat sisipan yang penah secara sengaja ditambahkan oleh gereja,” terang Isa yang kemudian menguraikan hasil penelitian seorang profesor peneliti Injil asal Dallas, Daniel B. Wallace, tentang ayat tersebut. Dari The New Encyclopedia Britannica yang dibacanya, Brent menemukan pula bahwa tidak satupun doktrin dalam Perjanjian Baru, termasuk kata Trinitas ataupun perkataan Yesus sekalipun, bertentangan dengan pengakuan Yahudi tentang ketauhidan yang disebutkan dalam Perjanjian Lama (Injil Ulangan 6:4). Brent berkesimpulan, bukan Yesus ataupun para pengikutnya yang mengajarkan Trinitas. “Dan mereka yang mengajarkan Trinitas menambahkan keyakinan yang dibuat-buat ke dalam Injil?” ia bertanya, sekaligus menjawab pertanyaan yang muncul di otaknya. Setelah mencapai kesimpulan yang sulit diterimanya itu, ia menemukan sebuah peringatan dalam Injil Perjanjian Lama. “… jika seseorang menambahkan (atau mengurangi) sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.” (Wahyu 22:18-19) “Ayat itu senada dengan pernyataan Alquran,” tandas Brent. “Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: ‘Ini dari Allah’, (dengan maksud) memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.” (Al-Baqarah: 79) Pertanyaan dalam otak Brent belum tuntas. Ia kembali bertanya-tanya, “Jika Injil dan Alquran sama-sama memastikan Yesus bukanlah seorang anak Tuhan, lalu siapa dia?” Lagi-lagi, Brent menemukan banyak kesepakatan antara Injil dan Alquran. Melalui ayat masing-masing, kedua kitab yang diselaminya itu menegaskan kenabian Yesus. “Yesus diutus untuk menyeru umatnya pada keesaan Tuhan, sebagaimana dilakukan para nabi dan rasul sebelumnya.” Persoalan agama itu menjadikan Brent semakin kritis, yang menggiringnya pada berbagai pertanyaan besar tentang agamanya. Ia mempelajari berbagai agama lain. “Aku mencari tahu tentang beberapa agama, aku mempelajari paganisme, dan aku tertarik pada Islam.” Di mata Brent kala itu, Islam adalah agama yang sempurna. “Aspek ekonomi, pemerintahan, semua diatur dengan baik dalam Islam. Aku kagum pada cara Muslim memperlakukanku, dan aku sangat kagum pada bagaimana Islam meninggikan derajat perempuan.” Brent pun menyatakan keinginannya untuk masuk Islam pada seorang teman Muslimnya. “Sayang, ia memberitahuku bahwa aku tak bisa menjadi Muslim, hanya karena aku dilahirkan sebagai Kristen. Karena tak mengerti, aku menerima informasi itu sebagai kebenaran,” sesalnya. Bagi pemuda kebanyakan di Australia, bisa jadi kehidupan Brent nyaris sempurna. Ia mahir memainkan alat musik, menjadi personel kelompok band, dan popular. Ia bisa berpesta sesering apapun bersama teman-teman yang mengelukannya. “Namun aku tidak bahagia dengan semua itu. Aku tak tahu mengapa.” Namun terlepas dari kondisi tidak membahagiakan itu, Brent sangat mencintai musik. Ia mempelajari musik, memainkannya, mengajarkannya, dan menjadi bahagia dengannya. Hingga ia berfikiran bahwa musik adalah agamanya, karena mampu membuatnya bahagia. Tanpa agama yang menenangkan hatinya, Brent seolah terhenti di sebuah sudut dengan banyak persimpangan. Perhentian itu membangunkannya di sebuah malam. “Aku berkeringat dan menangis. Aku sangat ketakutan sambil terus bergumam ‘Aku bisa mati kapanpun’,” tuturnya. Dengan keringat dan air mata itu, Brent memanjatkan doa. “Aku meminta pada semua Tuhan; Tuhan umat Kristen, Tuhan umat Islam, Tuhan siapapun, karena aku tak yakin harus meminta pada salah satu diantaranya.” “Tuhan, aku teramat sedih dan gundah dan tak tahu bagaimana menyelesaikannya. Tolong, beri aku isyarat, beri aku petunjuk, beri aku jalan keluar,” Brent mengutip doa yang diucapkannya 15 tahun lalu. Isyarat Allah menghampiri Brent keesokan harinya. Seorang Muslimah asal Burma yang menjadi teman kampusnya mengiriminya sebuah email. Ia tahu Brent telah tertarik pada Islam sejak belajar di sekolah menengah, dan dalam emailnya itu ia bertanya apakah Brent masih tertarik pada Islam. Brent mengiyakan. Beberapa hari kemudian, teman asal Burma itu datang ke rumah Brent dan membawakannya sejumlah buku tentang Islam. Membacanya, Brent tahu bahwa Islam tak melarang non Muslim sepertinya untuk memeluk agama itu. “Dari buku itu aku tahu bahwa banyak dari sahabat Nabi saw, termasuk Abu Bakar, adalah mualaf. Aku sangat senang dan berteriak dalam hati, ‘Ini yang kumau’.” Selesai dengan bacaannya, Brent mendatangi seorang teman Muslim dan memintanya menjelaskan tentang jannah (surga). Dari penjelasan tentang surga itu, bertambahlah kekaguman Brent, juga kemantapannya pada Islam. Masjid Al-Fatih Coburg, Melbourne, menjadi saksi keislaman Bent Lee Graham. Ia lalu mengganti namanya menjadi Isa Graham. “Aku ingin orang (non Muslim) tahu bahwa dalam Islam, kami juga mempercayai Yesus,” ujarnya. Bagi Isa, mencintai seseorang tidak seharusnya diwujudkan dengan menuhankannya, melainkan mengatakan segala sesuatu tentangnya apa adanya. “Kini aku ingin menunjukkannya pada Yesus, bukan sebagai seorang Kristen, namun sebagai Muslim,” tegas Brent menutup perbincangan.

Selasa, 27 Januari 2015

Hidup Hanya Sementara

Manusia tinggal di dunia hanya untuk waktu yang singkat. Di sini, ia akan diuji, dilatih, kemudian meninggalkan dunia menuju kehidupan akhirat di mana ia akan tinggal selamanya. Harta benda serta kesenangan di dunia, walaupun diciptakan serupa dengan yang ada di akhirat, sebenarnya memiliki banyak kekurangan dan kelemahan karena harta benda dan kesenangan tersebut ditujukan hanya agar manusia mengingat hari akhirat.Akan tetapi, orang yang ingkar tidak akan mampu memahami kenyataan ini sehingga mereka berperilaku seakan-akan segala sesuatu di dunia ini miliknya. Hal ini memperdaya mereka karena semua kesenangan di dunia ini bersifat sementara dan tidak sempurna, tidak mampu memuaskan manusia yang diciptakan untuk keindahan kesempurnaan abadi, yaitu Allah. Allah menjelaskan betapa dunia merupakan tempat sementara yang penuh dengan kekurangan,“Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS, Al-Hadiid: 20)Seperti yang tertulis dalam Al-Qur`an, orang-orang musyrik hidup hanya untuk beberapa tujuan, seperti kekayaan, anak-anak, dan berbangga-bangga di antara mereka. Dalam ayat lain, dijelaskan tentang hal-hal yang melenakan di dunia,“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik (surga). Katakanlah, ‘Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?' Untuk orang-orang yang bertaqwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) istri-istri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (QS. Ali Imran: 14-15)Sebenarnya, kehidupan di dunia tidak sempurna dan tidak berharga dibandingkan kehidupan abadi di akhirat. Untuk menggambarkan hal ini, dalam bahasa Arab, dunia mempunyai konotasi “tempat yang sempit, gaduh dan kotor. Manusia menganggap usia 60-70 tahun di dunia sangat panjang dan memuaskan. Akan tetapi, tiba-tiba kematian datang dan semua terkubur di liang lahad. Sebenarnya, ketika kematian mendekat, baru disadari betapa singkatnya waktu di dunia. Pada hari dibangkitkan, Allah akan bertanya kepada manusia.“Allah bertanya, ‘Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?' Mereka menjawab, ‘Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.' Allah berfirman, ‘Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui.' Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami.(QS. Al-Mu'minuun: 112-115)Mengabaikan Allah dan tidak mengacuhkan kehidupan akhirat, sepanjang hidup mengejar keserakahan dunia, berarti hukuman abadi di dalam api neraka. Orang-orang yang berada di jalan ini digambarkan Al-Qur`an sebagai “orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat�? . Bagi mereka, Allah memutuskan, “Maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong. (QS. Al-Baqarah: 86)“Sesungguhnya, orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan. (QS. Yunus: 7-8) Bagi mereka yang lupa bahwa dunia merupakan tempat sementara dan mereka yang tidak memperhatikan ayat-ayat Allah, tetapi merasa puas dengan permainan dunia dan kesenangan hidup, menganggap memiliki diri mereka sendiri, serta menuhankan diri sendiri, Allah akan memberikan hukuman yang berat. Al-Qur`an menggambarkan keadaan orang yang demikian,“Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). (QS. An-Naazi'aat: 37-39)Semoga bisa menambah wawasan .. dan menyegarkan ingatan kita kembali .. tentang pentingnya mempersiapkan bekal untuk perjalanan hidup yang selanjutnya...


Minggu, 25 Januari 2015

Buah Hati



AYAH… sudah mencoba ngobrol dengan anak- 
anak? 
Alhamdulillahjika sudah dan teruskan hal itu 
sesering mungkin sambil kita belajar terus tentang 
seperti apa dialog produktif yang disampaikan oleh 
Al-Qur’an. 
Dalam tulisan ilmiah di Ummul Quro menyebutkan 
ada 17 tema dialog antara orangtua dengan 
anaknya dalam al-Qur’an. 
Perhatikanlah angka 17. Bukankah itu adalah 
bilangan rakaat shalat kita yang wajib sehari 
semalam? Benar! 
Kini, mari kita gali hikmah di balik kesamaan angka 
tersebut sebagaimana yang disebutkan dalam al- 
Qur’an yang penuh mukjizat dan tidak ada yang 
kebetulan. 
Menarik sekali penelitian yang disampaikan oleh 
pakar mukjizat angka dalam al-Qur’an dari Suriah, 
Ir. Abd Daeem al-Kaheel. Dalam webnya, 
kaheel7.com, dia mengungkapkan beberapa hal 
tentang angka 17 dalam al-Qur’an. 
Untuk para ayah, mohon ambil mushaf Al- 
Qur’annya. Bukalah dialog ayah terlengkap dan 
terpanjang dalam al-Qur’an, yaitu dialog Luqman 
dengan anaknya yang dicantumkan dari ayat 
13-19 dalam Surat Luqman (31). Kita akan 
menjumpai salah satu mukjizat angka dalam al- 
Qur’an. 
Bicara tentang angka 17, bukalah ayat yang ke-17. 
Yang artinya: “Hai anakku, dirikanlah shalat dan 
suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan 
cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar 
dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa 
kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk 
hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” 
Nasehat Luqman tentang shalat adanya dalam ayat 
ke-17 ini. Shalat kita yang wajib sehari semalam 
berjumlah 17 rakaat sama dengan angka ayat ini. 
Jika kata dalam ayat ini dihitung pun berjumlah 17. 
Lebih dahsyat lagi, surat Luqman ini adalah surat 
ke-17 yang dimulai dengan huruf muqotho’ah 
(seperti: alif lam mim, alif lam ro’, thoha, dan 
sebagainya). Subhanallah… 
Sebelum kita ambil pelajaran, mari kita lihat fakta 
ayat yang lain. Surat Al-baqarah ; 17, yang artinya : 
“Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang 
menyalakan api, maka setelah api itu menerangi 
sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang 
menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam 
kegelapan, tidak dapat melihat.” 
Ayat ini, jika dihitung jumlah katanya juga ada 17 
kata. Dan ayat ini membicarakan tentang keadaan 
orang-orang munafik yang hilang cahaya 
hidupnya, selalu gelap dalam kejahiliyahan serta 
tidak dapat melihat petunjuk. 
Shalat berhubungan erat dengan pembahasan 
tentang kemunafikan. Karena salah satu ciri orang 
munafik adalah malas saat berdiri shalat. 
Demikian juga dengan shalat Asar, Isya’ dan 
Shubuh yang menjadi bukti seseorang munafik atau 
bukan. Setelah sifat munafik itu melekat, hidup pun 
menjadi pekat. 
Ayah, dialog dengan anak adalah sebuah 
keharusan. Jika tidak mau, gelap lah rumah kita. 
Gulita jalannya generasi ini ke depan. Mereka perlu 
lentera nasehat para ayah… 
Kemudian, kita bahas sekarang pesan shalat untuk 
dialog. Semua pembahasan di atas menunjukkan 
bahwa tugas dialog orangtua dengan anaknya, 
tugas sangat agung dan mulia. Seagung dan 
semulia shalat. Karena keduanya adalah dialog. 
Shalat adalah bentuk dialog kita dengan Allah. 
Sebagaimana yang disampaikan Nabi dalam hadits 
yang shahih tentang Surat al-Fatihah yang kita 
baca, sesungguhnya adalah dialog kita dengan 
Allah. Nah, dialog orangtua dengan anaknya 
adalah dialog terbaik yang ada di sesama manusia. 
Jika shalat adalah batas terakhir antara muslim 
dan kafir serta musyrik, maka begitulah pentingnya 
dialog sebagai batas paling minimal untuk sebuah 
generasi baik atau tidak. Jika orangtua 
meninggalkannya, maka bagaimana berharap lahir 
generasi baik dan hebat. 
Rasul meminta para orangtua untuk menyuruh 
anaknya shalat sejak sebelum baligh; yaitu usia 7 
tahun. Setelah pendidikan shalat itu berjalan 3 
tahun, maka diadakan evaluasi besar. Pada usia 10 
tahun, Nabi memerintahkan untuk orangtua 
memukul dengan pukulan pendidikan jika belum 
juga baik shalatnya. Ini semua untuk menghadapi 
usia baligh, saat seseorang sudah bertanggung 
jawab langsung secara pribadi di hadapan Allah 
ta’ala. Usia baligh di masa Nabi adalah 15 tahun 
bagi laki-laki. 
Maka, begitulah dialog kita dengan generasi 
penerus ini. Teruslah melakukan dialog itu. 
Bersabarlah dalam melakukan amal mulia tesebut. 
Seperti kesabaran menyuruh shalat selama 8 tahun 
(usia 7-15 tahun). Itu artinya, jika setiap kali shalat 
harus mengingatkan keluarganya untuk shalat 
maka perlu: 8 tahun x 365 hari x 5 waktu shalat = 
14.600 perintah dan peringatan. 
Dialog pun perlu kesabaran yang luar biasa. Dari 
mulai awal, hingga dialog itu menjadi bekal hidup 
anak-anak kita saat mereka memasuki usia baligh. 
Dalam shalat, diminta agar khusyu’. Sebuah rasa 
dan perenungan dari setiap kata yang diucapkan 
dalam shalat. Dengan demikian, khusyu’ 
memerlukan ilmu awal yaitu memahami setiap yang 
kita baca dalam shalat. 
Nah ayah, begitu juga dengan dialog. Perlu 
kekhusyu’an alias keseriusan dengan melibatkan 
hati dan rasa kita. Bukan sebuah formalitas kering. 
Kirimkan kata hati ayah pada setiap kata yang 
diucapkan. Kata hati itulah yang akan menghunjam 
ke dalam hati anak-anak. Di sinilah pentingnya ilmu 
pada hal yang ayah dialogkan agar hasilnya 
maksimal. 
Bagi anak yang telah memasuki usia 10 tahun dan 
belum baik shalatnya, diperintahkan oleh Nabi agar 
orangtua memukul dengan pukulan pendidikan. 
Bagi orang yang telah baligh dan meninggalkan 
shalat dengan sengaja, maka dalam hukum Islam 
negara harus menangkap orang tersebut dan 
menjebloskannya dalam penjara selama 3 hari 
untuk diberi kesempatan bertaubat. Jika tetap tidak 
mau melaksanakan shalat, maka dihukum mati! 
Nah loh, gimana nih para ayah. Bagaimana kalau 
dialog mengambil pelajaran shalat. Bagi para ayah 
yang sengaja meninggalkan dialog dengan 
generasinya, memang tidak akan dipenjara apalagi 
dibunuh. Tetapi, pasti ayah akan mendapatkan 
hukuman berat dengan kegagalan generasi. Saat 
usia ayah telah senja, tanaman yang ayah tanam 
ternyata penuh ulat. Tak tumbuh dengan baik. 
Apalagi berbuah. Padahal tulang telah rapuh, 
rambut pun telah putih. Sesal selalu datang 
terlambat. Tiada arti sebuah penyesalan yang tiada 
pernah kembali. 
Ayah, sebelum mendapatkan hukuman, sebelum 
menyesal nanti, lakukanlah dialog secara terus 
menerus dengan sang buah hati. 

SURAT CINTA TENTANG SHALAT


"Surat Cinta Tentang Sholat"

✏Bila engkau anggap sholat itu hanya penggugur kewajiban, maka kau akan terburu-buru mengerjakannya.

✏Bila kau anggap sholat hanya sebuah kewajiban, maka kau tak akan menikmati hadirnya Allah saat kau mengerjakannya..

✏Anggaplah sholat itu pertemuan yang kau nanti dengan Tuhanmu.

✏Anggaplah sholat itu sebagai cara terbaik kau bercerita dengan Allah.

✏Anggaplah sholat itu sebagai kondisi terbaik untuk kau berkeluh kesah dengan Allah.

✏Anggaplah sholat itu sebagai seriusnya kamu dalam bermimpi.

✏Bayangkan ketika "adzan berkumandang", tangan Allah melambai ke depanmu untuk mengajak kau lebih dekat denganNya.

✏Bayangkan ketika kau" takbir", Allah melihatmu, Allah senyum untukmu dan Allah bangga terhadapmu.

✏Bayangkanlah ketika "rukuk", Allah menopang badanmu hingga kau tak terjatuh, hingga kau rasakan damai dalam sentuhanNya.

✏Bayangkan ketika "sujud", Allah mengelus kepalamu. Lalu Dia berbisik lembut dikedua telingamu: "Aku Mencintaimu hambaKu".

✏Bayangkan ketika kau "duduk diantara dua sujud", Allah berdiri gagah didepanmu, lalu mengatakan : "Aku tak akan diam bila ada yang mengusikmu".

✏Bayangkan ketika kau "salam", Allah menjawabnya, lalu kau seperti manusia berhati bersih setelah itu...

Subhanallah sungguh nikmat shalat yg kita lakukan...

Semoga yang like dan mengaminkan doa ini selalu disayangi Allah, ditolong Allah, dan dirahmati Allah sampai akhir hayat. Aamiin

Nasehat Kubur


Nasihat Kubur:
1).  Aku adalah tempat yg paling gelap di antara yg gelap, maka terangilah aku dengan TAHAJUD
2).  Aku adalah tempat yang paling
      sempit, maka luaskanlah aku dengan ber SILATURAHMI.
3).  Aku adalah tempat yang paling sepi maka ramaikanlah aku dengan
      perbanyak baca AL-QUR'AN.
4).  Aku adalah tempatnya binatang2 yang menjijikan maka racunilah ia dengan Amal SHODAQOH,
5).  Aku yg menjepitmu hingga hancur bilamana tidak Shalat, bebaskan jepitan itu dg SHALAT
6).  Aku adalah tempat utk merendammu dg cairan yg sangat amat sakit, bebaskan rendaman itu dg           PUASA..
7).  Aku adalah tempat Munkar & Nakir bertanya, maka Persiapkanlah jawabanmu dengan Perbanyak          mengucapkan Kalimat "LAILAHAILALLAH "...
Bagikan ini dengan ikhlas kepada
temanmu.


Fenomena Facebook


Ternyata Fenomena Facebook Sudah
Disinggung di Al-Quran Hari gini siapa yang tidak kenal
Facebook? Bisa-bisa dibilang
ketinggalan jaman atau tidak uptodate
kalau tidak punya akun Facebook. Tapi
tahukah anda, fenomena Facebook ini
ternyata sudah pernah disinggung di dalam ayat Al Qur’an. Tentu saja
didalamnya tidak serta merta
menyebutkan Facebook secara
eksplisit. Melainkan fenomena yang
berkaitan dengan aktivitas manusia
modern di jejaring sosial yang satu ini. Tidak percaya? Coba buka surat Al-
Ma’arij ayat 19-21 yang bunyinya,
‘Sungguh, manusia diciptakan bersifat
suka mengeluh. Apabila dia ditimpa
kesusahan, ia berkeluh kesah. Dan
apabila mendapat kebaikan dia jadi kikir.‘ Ayat diatas menjelaskan fenomena
jamaah “Fesbukiyah” secara umum.
Coba kita lihat status-status yang
bertebaran di wall Facebook.
Kebanyakan berisi keluh kesah, mirip
kisah sinetron. Mulai dari bisul, jerawat sampai sakit encok semua ada. Masalah
cuaca juga setali tiga uang. Saat hujan,
mengeluh tidak bisa kemana-mana.
Giliran hari panas, ganti mengeluh
kepanasan di jalan. Bahkan ibadah pun juga
dipublikasikan. “Hmm buka puasa cuma pakai kolak 3
mangkok, es buah 4 gelas n gorengan
10 biji nih“. Atau “Alhamdulillah ya
sehari semalam sudah khatam Quran 3
kali“. Semoga saja niatnya bukan untuk
riya atau pamer supaya dicap alim ya. Sepertinya tinggal sholat yang belum
pernah nongol di status Facebook.
Tidak lucu kan kalau ada yang pasang
status, “Lagi jumatan nih. Dah rokaat
kedua, tapi bacaan imam nya lama
betttt..“ Penggalan ayat berikutnya pun begitu
juga. Disitu dikatakan,
‘apabila dapat kebaikan maka iakikir’.
Paling banter statusnya hanya
‘pemberitahuan’ naik gaji, mobil baru, makan enak, dsb.
Sepertinya belum ada tuh, status
Facebook seperti ini, “Di bus nemu duit
100 ribu nih. Yang mau ditraktir,
ditunggu ya jam makan siang di warteg
sebelah. Tenang aja, makan sepuasnya!”. Sesungguhnya Facebook ibarat pisau.
Bila digunakan koki, bisa tercipta
masakan lezat. Tapi kalau yang pegang
tukang todong, dompet bisa melayang.
Jadi berhati-hatilah update status di Facebook dan social network yang lain.
Karena tidak ada amalan yang tidak
dihitung nantinya.

Edisi Hijab

1. Perempuan berhijab adalah pribadi yang tidak egois. Mereka membantu kami, para pria, menjaga pandangan secara manis

Menghargai diri sendiri via www.pinterest.com
“Aku suka cewek berjilbab karena dia tahu cara menghargai dirinya sendiri.”
Eka Rizky, 26 tahun.
Memutuskan untuk menutup diri sesuai ajaran agama agar terhidar dari mata yang jelalatan merupakan tindakan yang mulia. Bagaimana tidak? Perempuan berhijab rela berpanas-panasan dalam balutan kain supaya orang lain (terutama cowok) terhindar dari dosa mata. Jika kata ‘dosa’ terdengar begitu berat bagimu camkan ini:staring atau memandang lekat-lekat lawan jenis itu gak sopan. Perempuan berhijab gak ingin kamu bertindak gak sopan, jadi mereka memutuskan untuk lebih dulu sopan di hadapan kamu.


2. Kecantikan yang nyata tidak perlu diumbar agar bisa dirasa. Justru hijab menyembunyikannya secara bersahaja

Memancarkan kecantikan
Memancarkan kecantikan via perigunawan.deviantart.com
“Kalau dipakenya bener, cewek berhijab itu bisa jadi jauh lebih cantik”
Fajar Kurniawan, 24 tahun.
Balutan kain yang tebal tersebut gak bisa menyembunyikan kelembutan, kesolehan dan pesona kecantikan perempuan yang mengenakannya. Di mata sebagian cowok, jilbab dan pakaian yang serba tertutup justru mengamplifikasi pesona seorang perempuan. Dengan warna yang menarik dan style yang makin beragam sekarang, perempuan berhijab seharusnya gak perlu malu dengan apa yang mereka kenakan. Selama pakainya gak aneh-aneh dan terus berpedoman pada norma yang benar, seorang perempuan bisa jadi makin cantik setelah berhijab.


3. Bagi kami, kamu yang berjilbab adalah wanita yang teguh hati. Perintah agama bagimu tak bisa ditawar lagi

Keteguhan
Keteguhan via www.pinterest.com
“Cewek berjilbab itu keren, dia punya tekad kuat untuk menjalankan keyakinannya” 
Aji, 24 tahun.
Selama ini kita selalu mengira perempuan berhijab hanya karena harus memenuhi kewajibannya. Kita seakan lupa kalau ada beberapa perempuan yang mau menutupi dirinya karena pilihan sendiri. Tanpa merasa terpaksa, hanya ikhlas karena dia suka mendapati dirinya dalam keadaan tertutup. Lihatlah para muslimah di negara barat yang tetap teguh dengan pendiriannya meski penampilannya dicibir oleh sejumlah masyarakat yang gak mau mengerti mengapa mereka memilih untuk berhijab. Terlepas dari perintah agama, mengenakan jilbab adalah bukti keteguhan hati.


4. Kecantikanmu yang disembunyikan terlihat lebih mengagumkan. Tak bisa dipungkiri kami sering merasa penasaran

Bikin penasaran
Bikin penasaran via www.deviantart.com
“Pacaran sama cewek hijab sih belum pernah tapi selalu penasaran tiap kali lihat (cewek berhijab -red). Apalagi kalau cantik. Hehehe” 
Ardy Putra, 24tahun.
Mungkin karena beberapa perempuan berhijab membatasi dirinya dalam pergaulan sehingga kesan yag timbul adalah agak misterius dan bikin penasaran. Mungkin sekilas seperti gadis yang pemalu, namun yang pasti perempuan berhijab gak pernah memposisikan dirinya sebagai orang yang sombong. Mereka hanya segan untuk memulai percakapan, apalagi untuk mengajak kenalan. Tingkah-tingkah seperti inilah yang membuat beberapa cowok menjadi semakin penasaran untuk lebih dekat dengan perempuan berhijab.


5. Kami tahu tak mudah berpenampilan cantik dengan aturan yang harus ditaati. Terima kasih telah tampak begitu bersahaja tapi tetap nyaman dipandang mata

Usahanya harus diacungi jempol
Usahanya harus diacungi jempol via notimenomore.blogspot.com
“Meski aku gak paham dandan tapi kayaknya gak mudah loh buat pake jilbab dan berdandan rapi tiap pagi. Salut!” 
Rahmat, 21 tahun.
Ya, rasa hormat bukan hanya buat pacar atau gebetan kamu, tapi juga buat ibu, saudari, ibu guru dan semua perempuan yang berhijab yang kamu temui. Kalau cewek pada umumnya butuh 1-2 jam buat berdandan cantik maka perempuan berhijab butuh waktu ekstra untuk memilih jilbab yang sesuai dengan warna pakaian dan sesuai dengan acaranya. Mereka juga butuh waktu buat mengenakannya dan merapikannya. Harus diakui perumpuan berhijab gak sesimpel cewek jins dan t-shirt namun semua waktu dan effort yang mereka berikan harus dihargai.


6. Tanpa banyak kata kalian mengajarkan kami jadi lebih perasa. Kami ingin menjaga penampilanmu agar bebas dari cela

Jadi perasa
Jadi perasa via plus.google.com
“Kadang malu mau ngasih tahu ‘Maaf mbak rambutnya kelihatan (keluar dari jilbab -red)‘ takut salah. Tapi kalo dibiarin kan gak bagus juga” Aji, 24 tahun.
Perempuan membawa presence tiap kali mereka berinteraksi dengan teman-temannya. Baik cewek maupun cowok bisa merasakan kehadirannya dan mengakui eksistensinya sebagai perempuan berjilbab. Sehingga tanpa sadar orang-orang jadi lebih perhatian padanya. Hal ini memberi pengaruh baik bagi cowok yang memang menaruh simpati, kamu jadi lebih perhatian dan peduli. Berusaha menjaga pandangan namun merasa bertanggung jawab untuk memberi tahu bahwa beberapa helai rambutnya menyembul dari dalam jilbab.


7. Kesadaranmu akan kewajiban menunjukkan akar keimanan yang kuat. Sering kami sebagai pria merasa kerdil dan jauh tertinggal dalam iman dan pemahaman

Mendalami agama
Mendalami agama via plus.google.com
Ketika ditanya mengapa dia memilih berhijab dan jawaban yang meluncur adalah“Karena Allah” maka berdesir darah dalam nadi. Jawaban seperti barusan bakal menyakinkan kamu bahwa jilbab dan pakaian tertutupnya bukan sekedar fashion statement, keputusannya adalah panggilan dari hati untuk memenuhi perintah agama. Dari sini pula kamu sadar bahwa perempuan berhijab kemungkinan memiliki akar agama yang kuat di dalam keluarganya. Lalu ketika kamu bertanya dalil apa yang mendasari keputusannya berhijab dan dia menjawab “An-Nur:31 dan Al-Ahzab:59″ maka sebaiknya kamu pulang dan membaca sendiri ayat-ayat tersebut.


8. Walau udara sedang panas-panasnya kehadiranmu yang anggun justru menyejukkan suasana. Kamulah oase di tengah makin anehnya dandanan wanita di seluruh dunia

Gerah bukan masalah
Gerah bukan masalah via www.anekaremaja.com
“Liat cewek hijab itu sejuuuuk rasanya..” 
Bagus Aditya, 23 tahun.
Tinggal di negara tropis sambil mengenakan pakaian yang serba tertutup dan tebal bukanlah perkara mudah. Terlalu lama di luar ruangan bikin terpapar matahari, berdiam di dalam ruangan juga menimbulkan rasa gerah. Kita para cowok gak pernah tahu bagaimana gerahnya kapala yang dibaluti jilabab tiap saat. Namun perasaan panas tersebut tetap dihadipi perumpuan berhijab dengan kepala dingin, mereka tetap kalem tanpa banyak mengeluh. Sikap tenang itulah membuat mata yang memandang selalu merasa sejuk.


9. Penampilan yang tertutup membuat kami merasa aman melepaskan kalian pergi sendirian. Ada tameng yang membuat pria-pria lain mau tak mau harus menjaga pandangan

aS
Aman sendirian, insya Allah via weheartit.com
“Cewek yang berhijab itu sudah punya pandangan untuk menuju dunia akhirat dan lebih aman jika berpergian sendiri, terhindar dari laki–laki hidung belang” 
Fajar Kurniawan, 24 tahun.
Bicara soal pandangan ke depan, kamu bisa bisa menganggap perempuan berhijab sebagai orang yang visioner. Harapan dan mimpinya melampaui kehidupan di dunia. Yang mereka harapkan adalah kebahagian di dunia dan di akhirat seperti yang dijanjikan. Di samping itu, beberapa cowok percaya bahwa penampilan yang dijaga sedemikian rupa akan menjauhkan perempuan berhijab dari niat-niat jahat orang lain. Selama perempuan paham cara menjaga diri dan cowok-cowok sendiri bisa mengontrol dirinya, maka Insya Allah dunia ini bisa menjadi tempat yang aman bagi semua.


10. Ketika akhlak dan penampilanmu sudah sebegini indahnya, adakah alasan untuk tidak jatuh cinta?

Tinggal dilamar
Tinggal dilamar via weheartit.com
Dari penyataan teman-teman di atas tersirat kalau perempuan jadi lebih cantik setelah berhijab. Penampilan cantik itu hanyalah bonus karena yang terpenting (dan sering dilupakan) adalah cantik perilakunya, mulia akhlaknya dan serta kesolehannya. Perempuan berhijab gak semestinya hanya dilihat dari penampilan luarnya saja, karena dibalik keanggunannya terdapat kepribadian yang lebih dalam dari yang kamu kira.


Tulisan ini memang gak mewakili semua perasaan cowok di luar sana karena sama seperti perempuan yang memilih mengenkan hijab, ini masalah hati dan iman. Tapi bagi beberapa cowok gadis berjilbab memang cocok dijadikan pasangan sejiwa. Dia yang tidak boleh disia-siakan, karena begitu berharga.